Evrin News

Seputaran Blog Informasi

Apa Saja Media Kampanye yang Boleh Digunakan

Apa Saja Media Kampanye yang Boleh Digunakan?

Selain memperjuangkan kepentingan rakyat, salah satu fungsi partai politik lainnya adalah sebagai sarana pendidikan politik bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI). Untuk memenuhi fungsi ini, dapat dilakukan dengan cara Kampanye. 

Apa Saja Media Kampanye yang Boleh Digunakan

Kampanye merupakan penyampaian suatu pesan ke masyarakat luas yang dapat diakomodir melalui berbagai media, seperti media cetak, media elektronik, media dalam jaringan, media sosial, dan lembaga penyiaran yang menyiarkan dalam bentuk tulisan, gambar, animasi, suara, promosi, alat peraga, sandiwara, debat, dan sebagainya yang dimaksudkan untuk memperkenalkan Peserta Pemilu agar Pemilih dapat memberi dukungan kepada Peserta Pemilu. Dikutip dari Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum bahwa kampanye dapat dilakukan dengan metode sebagai berikut : 

 

a. Melakukan Pertemuan Terbatas

Zaman dulu belum secanggih sekarang, banyak hal masih dilakukan di luar jaringan, termasuk kampanye. Salah satu metode kampanye yang diizinkan dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ialah pertemuan terbatas. Pertemuan terbatas dapat dilakukan di dalam ruangan atau di gedung tertutup. Jumlah peserta kampanye yang diundang pun terbatas, sesuai dengan kapasitas ruangan yang ditentukan pengelola gedung. Untuk kampanye tingkat nasional maksimal 3.000 (tiga ribu) orang, kampanye tingkat provinsi maksimal 2.000 (dua ribu) orang, dan kampanye tingkat kabupaten/kota maksimal 1.000 (seribu) orang. 

 

Tentunya undangan tidak boleh asal dibuat! Karena minimnya jalur komunikasi di zaman dulu, sehingga undangan harus benar-benar jelas isinya, yaitu harus memuat informasi hari, tanggal, jam, tempat kegiatan, nama pembicara dan tema materi, serta Petugas Kampanye. Keuntungan dari kampanye pertemuan terbatas ini adalah Pemilih dapat bertatap muka langsung dan merasakan kampanye secara langsung dari Peserta Pemilu. Kekurangannya butuh organisasi acara yang baik, jangkauan terbatas, anggaran yang cukup besar untuk gedung, acara, dan sebagainya.

 

b. Melakukan Pertemuan Tatap Muka

Pertemuan tatap muka mirip dengan pertemuan terbatas. Bedanya, pertemuan tatap muka dapat dilakukan di luar ruangan, seperti kunjungan ke pasar, perumahan warga, komunitas warga, dan tempat umum lainnya. Kelebihan dari kampanye ini baik Peserta Pemilu maupun Pemilih dapat mengenal dan melihat langsung. Kekurangannya pertemuan tatap muka tidak terorganisir, karena jika dilakukan di luar ruangan sifatnya seperti kunjungan-kunjungan, sehingga tidak ada satuan acara yang pasti dan jangkauan terbatas pada daerah tersebut saja.

 

c. Menggunakan Bahan dan Alat Peraga Kampanye 

Bahan dan alat peraga kampanye biasanya memuat visi, misi, program, dan/atau informasi lainnya dari Peserta Pemilu, simbol atau tanda gambar yang disebar untuk mengajak orang memilih Peserta Pemilu tertentu. Media kampanye dapat berupa selebaran (flyer), brosur (leaflet), poster, pamflet, stiker, pakaian, penutup kepala, pin, kalender, alat minum/makan, alat tulis, hingga kartu nama. Kekurangan perlu biaya untuk mencetak dalam jumlah banyak. Kelebihan dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari. 

 

d. Media Sosial

Media sosial saat ini menjadi media yang digandrungi usia produktif. Tiada hari tanpa menjelajah sosial media, entah untuk sekadar melihat hiburan, berkomunikasi dengan teman, hingga mencari berita dan pembelajaran. Selain media sosial dapat diakses secara gratis, jangkauannya pun sangat luas, dunia bisa mengakses kapan saja. Tidak hanya itu, ada banyak jenis kampanye yang bisa dilakukan di media sosial, mulai dari tulisan, suara, gambar, video, hingga film. Kelebihan dari media sosial ialah menjangkau generasi muda, jangkauan internasional sehingga Pemilih di luar negeri bisa mengakses secara langsung, dan banyak jenis kampanye yang bisa dipublikasi. Kekurangan dari media sosial ialah jejak digital tidak mudah hilang, jika ada kesalahan maka publik akan langsung memiliki bukti, serta tidak jarang juga adanya publik yang tidak menggunakan identitas pribadi atau berkomentar karena dibayar entah komentar membangun atau menjatuhkan. 

 

e. Media Cetak dan Media Elektronik

Media cetak seperti koran dan majalah saat ini sudah jarang ditemui. Transisi media dari cetak menjadi dalam jaringan banyak terjadi belakangan ini. Kampanye ini akan lebih efektif untuk daerah pedesaan yang sulit mengakses internet, sehingga pemberitaan lebih melalui media cetak. Media elektronik seperti televisi dan radio pun sudah mulai jarang diakses di rumah-rumah. “Per 2 Agustus 2023 siaran analog sudah dihentikan di seluruh Indonesia oleh semua stasiun TV dan hanya bersiaran digital,” ujar Geryantika Kurnia, Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), yang dikutip dari laman Kontan. Radio mungkin masih diakses di mobil-mobil. Biasanya yang mengakses TV ialah usia paruh baya. Sehingga kampanye ini cocok untuk target Pemilih usia paruh baya. Tentunya perlu diperhatikan juga waktu untuk kampanye, pastikan memilih waktu yang optimal untuk ditonton atau didengarkan. Kekurangannya generasi muda tidak terlalu sering menggunakan media elektronik seperti TV dan radio. Kelebihannya kampanye melalui media cetak dan elektronik bisa mengakses daerah-daerah yang sulit sinyal untuk mengakses internet. 

 

Pada zaman sekarang media kampanyenya bertambah dengan hadirnya banyak sosial media dan banyaknya pengguna sosial media. Tentu, dengan adanya kampanye yang sehat, Pemilih jadi bisa menilai dan memutuskan untuk memilih Peserta Pemilu yang bersih dari korupsi dan berintegritas. Info lebih lanjut mengenai integritas yang seharusnya dimiliki pejabat negara dan serba-serbi tentang antikorupsi dapat diakses di laman web ACLC KPK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *