Evrin News

Seputaran Blog Informasi

Bacaan Doa Ketika Ada Gempa Bumi, Dilengkapi Terjemahannya

Bagi umat Muslim, salah satu cara untuk memohon pertolongan ketika gempa adalah dengan memanjatkan doa gempa bumi kepada Allah SWT. Doa gempa bumi dilantunkan sebagai bentuk ikhtiar untuk diri sendiri dan orang lain yang terdampak gempa agar senantiasa dilindungi Allah. Maka dari itu, ketika musibah terjadi, umat Muslim dianjurkan untuk mengamalkan doa gempa bumi.

Berikut adalah bacaan doa gempa bumi, dikutip dari baznas.go.id: Allahumma inni asaluka khairaha wa khaira ma fiha, wa khaira ma arsalta bihi, wa audzubika min syarriha, wa syarri ma fiha wa syarri ma arsalta bihi. Artinya: "Ya Allah, aku memohon kehadirat Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada Mu dari keburukan atas apa yang terjadi dan keburukan atas apa yang terjadi di dalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada Mu atas apa apa yang Engkau kirimkan." (HR An Nasa i).

Kita juga dianjurkan memanjatkan doa gempa bumi bagi saudara saudara kita yang terdampak, dengan melantunkan doa gempa bumi berikut: Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiran minha Artinya: "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada Nya. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan gantilah dengan yang lebih baik."

Barang siapa yang mengamalkan doa gempa bumi, niscaya Allah akan menjaganya dari musibah. Mengutip BMKG, berikut ini adalah cara atau sikap kita saat menghadapi gempa bumi, yaitu: 1. Bila berada di dalam rumah :

Jangan panik dan jangan berlari keluar, berlindunglah di bawah meja atau tempat tidur. Bila tidak ada, lindungilah kepala dengan bantal atau benda lainnya. Jauhi rak buku, lemari dan kaca jendela.

Hati hati terhadap langit langit yang mungkin runtuh, benda benda yang tergantung di dinding dan sebagainya. 2. Bila berada di luar ruangan : Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi dan sebagainya.

Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka. Jauhi rak rak dan kaca jendela. 3. Bila berada di dalam ruangan umum :

Jangan panik dan jangan berlari keluar karena kemungkinan dipenuhi orang. Jauhi benda benda yang mudah tergelincir seperti rak, lemari, kaca jendela dan sebagainya. 4. Bila sedang mengendarai kendaraan :

Segera hentikan di tempat yang terbuka. Jangan berhenti di atas jembatan atau di bawah jembatan layang/jembatan penyeberangan. 5. Bila sedang berada di pusat perbelanjaan, bioskop, dan lantai dasar mall :

Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam. 6. Bila sedang berada di dalam lift :

Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Lebih baik menggunakan tangga darurat. Jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol.

Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia. 7. Bila sedang berada di dalam kereta api :

Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan

8. Bila sedang berada di gunung/pantai : Ada kemungkinan lonsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman.

Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika Anda merasakan getaran dan tanda tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi. 9. Beri pertolongan :

Karena petugas kesehatan dari rumah rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang orang berada di sekitar Anda. 10.Evakuasi : Tempat tempat pengungsian biasanya telah diatur oleh pemerintah daerah.

Pengungsian perlu dilakukan jika kebakaran meluas akibat gempa bumi. Pada prinsipnya, evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki di bawah kawalan petugas polisi atau instansi pemerintah. 11. Dengarkan informasi :

Saat gempa bumi terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK.

Jangan bertindak karena informasi yang tidak jelas. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.