Evrin News

Seputaran Blog Informasi

Tak Cuma Sekali Menipu, Medina Zein Diduga Pakai KTP Raffi Ahmad untuk Kelabui Korban

Denise Chariesta bongkar modus penipuan Medina Zein, salahgunakan KTP Raffi Ahmad untuk mengelabui korban. Nama Medina Zein terus disorot setelah dirinya menipu Uya Kuya dan Denise Chariesta Tak tinggal diam, Denise terus membongkar sederet keborokan Medina Zein.

Ternyata, bukan kali pertama Medina menipu. Setelah sebelumnya sempat dilaporkan oleh Marissya Icha atas jual beli tas branded palsu, kini Medina justru menipu Uya Kuya dan Denise dengan menjual mobil fiktif. Denise lantas membongkar cara lain Medina dalam menipu.

Salah satunya dengan memanfaatkan KTP Raffi Ahmad. Diceritakan Denise, Medina Zein menawarkan kerjasama dengan sebuah pabrik kosmetik dengan membawa nama Raffi Ahmad. "Dia pakai KTP Raffi untuk nawarin pabrik kosmetik 'mau gak lo jadiin Raffi sebagai brand ambassador lo' DP Rp500 juta, ini ada bukti transfernya nawarin ke pabrik kosmetik," bebernya sambil menunjukkan bukti yang ia miliki.

Modus yang dilakukan Medina Zein masih sama, yakni meminta korban untuk segera mentransfer DP. "Modusnya juga sama, suruh transfer cepet cepet gitu. Ini kan parah nih, udah pakai KTP nya si Raffi," tambahnya. Denise pun merasa khawatir atas kelakuan Medina Zein itu.

Ia lantas mewanti wanti untuk jangan terlalu percaya jika Medina Zein menawarkan sebagai brand ambassador yang memodalkan foto KTP. "Pesen kalian diluar sana untuk pabrik kosmetik atau apapun, kalo misalkan Medina itu pake KTP saya atau KTP Uya atau KTP Raffi atau siapapun jangan percaya. Lu harus komunikasiin langsung sama orangnya," pungkasnya.

Dikutip dari YouTube Uya Kuya TV, Minggu (8/5/2022), Uya dan Denise membongkar modus yang diduga dilakukan oleh Medina Zein. Dalam kesempatan itu, keduanya enggan menyebut nama Medina, melainkan disamarkan dengan istilah upik abu. Awalnya, mereka dipaksa untuk membeli mobil milik Medina.

"Intinya kita ditipu, gue ditawarin mobil sama si upik ini," ucap Uya. "Tapi si upik ngomong ke orang orang, gua yang beli segitu pengennya gua mau beli," timpal Denise. "Intinya kita sama sama ditawarin mobil dia maksa pokoknya 'Gua butuh duit'."

"Kalau ke lo bilangnya buat apa?" tanya Uya. Denise mengaku saat itu dirinya dipaksa untuk segera transfer Medina. "Dia ngomongnya pokoknya suruh cepet cepet transfer," tuturnya.

Lebih lanjut, Uya mengaku saat itu Medina butuh uang untuk biaya rumah sakit. Medina lalu menawarkan dua mobil kepada Uya dan dibeli oleh Uya. "Kalau gue pertamanya bilangnya mau ke luar dari rumah sakit abis itu berubah mau bayar klinik."

"Dia nawarin gue dua mobil, akhirnya gue beli dua duanya," terang Uya. Sementara itu, Denise saat itu merasa Medina sebenarnya pinjam uang untuk biaya rumah sakit, tetapi malu untuk mengatakannya. "Yang ditangkepan gua, dia kan maksa maksa terus tuh, sebenernya dia mau pinjem duit untuk ke luar dari rumah sakit."

"Tapi gengsi nyampaikan ke guanya secara si upik abu ini gila hormat," ujarnya. "Padahal udah dihina sama semua orang, jadi ya kasian." "Senangkepnya gua kan dia mau ke luar dari rumah sakit, tapi nggak ada duit," sambungnya.

Denise yakin uangnya akan kembali, meskipun ia juga merasa Medina menipunya. Denise mengaku saat itu dirinya menolak dan memang sedang tidak butuh mobil. Namun, Medina terus memaksa hingga akhirnya ia membeli.

"Saat itu enggak, gua tolak lho, awal awal gua tolak." "Gua bilang 'Nggak mau, Cong, gua lagi mau beli rumah, nggak butuh mobil'." "Setelah dipaksa paksa sama dia (akhirnya beli)," jelasnya.

Diketahui, Uya dan Denise membayar mobil tersebut sebelum melihat mobil yang dijual Medina. "Lo liat mobilnya nggak?" tanya Uya. "Enggak, gua bilang gua mau liat mobil dulu baru gua DP."

"Tapi dia mendesak desak untuk 'Transfer sekarang, Cong, transfer sekarang, Cong'," jawab Denise. Bahkan, Denise sampai diteror Medina dengan beberapa kali ditelepon. "Tapi gua transfer, gua belum liat mobilnya," ucap Denise.

"Sama kayak gua gua waktu transfer DP belum ada mobilnya," timpal Uya. "Tapi dia kirimin foto foto," sambung Denise. "Sama, dia juga kirimin foto foto, 'STNK, BPKB udah ada di supir gua'," tambah Uya.

Lebih lanjut, Denise merasa sadar tertipu saat mengirimkan mobil dengan merk yang berbeda dari yang ditawarkan saat awal. "Sadar ketipu itu saat dia kirimin gua mobilnya beda." "Gua udah bikin surat perjanjiannya."

"Lu tau sendiri dia kalau udah terima bukti transferan langsung diem," tandasnya. "Iya, kalau belum ditransfer cerewet minta ampun," sahut Uya. "Kalau belum ditransfer, gila nerornya 'DP nya mana? DP nya mana? Cepetan cepetan'," sambung Denise.

Ia pun kemudian protes dan meminta Medina untuk mengembalikan uang muka mobil lantaran tak sesuai. "'Ini mobilnya nggak sesuai, Cong, DP balikin aja'," ucap Denise. "Tapi untung nggak sesuai lho."

"Kalau misal andaikata tuh mobil sesuai, lo pasti akan disuruh transfer lagi dan mobil itu nggak akan sampai ke lo juga karena itu mobil orang pasti," sahut Uya. Uya pun membongkar modus yang dilakukan Medina kepadanya. Medina menyuruh orang yang menjual mobil untuk membawa mobil tersebut ke rumah sakit.

Medina mengaku bahwa dirinya yang akan membelinya. Namun, ternyata Uya yang melihat dan membeli mobil itu. Uya menyimpulkan bahwa Medina bukan menjual mobil miliknya, tetapi hanya mengaku aku.

"Modusnya ke gua adalah ternyata mobil yang dijual ke gua yang diaku aku mobil dia itu bukan mobil dia, mobil orang lain." "Orang lain itu disuruh bawa mobil untuk dateng ke rumah sakit untuk gua liat dengan alasan mobil itu mau dibeli sama si cewek ini." "Yang punya showroom ini 'Cong, lu dateng nih, gua mau beli mobil lu, mau liat mobil lu, gua DP empat juta'," tutur Uya mencontohkan.

Saat sampai parkiran, orang yang menjual bingung lantaran yang melihat mobil bukan Medina, melainkan orang yang berbeda. "Pas sampai parkiran yang liat gue, orang yang punya mobil kaget kok yang liat gue?" jelas Uya. Uya juga menilai bahwa Medina menipu dengan cara gali lubang tutup lubang.

Ia menjual barang ke orang lain sesuai dengan nominal yang harus diganti kepada orang sebelumnya. "Lo udah nagih nagih dia 50 juta kan lo?" tanya Uya kepada Denise. Diketahui, Denise menagih Medina Rp 50 juta.

Ternyata, Medina meminta Uya untuk kembali transfer Rp 50 juta kepadanya dengan alasan agar mobilnya dapat dilihatkan kepada Uya lagi. Uang itu pun untuk mengganti uang yang diminta Denise. "Dia itu ngotot ke gua, tambah lagi bayar 50 juta biar mobilnya bisa diliatin ke gua lagi."

"Gua baru sadar ternyata duit itu kalau gua transfer itu buat bayar elu," ucap Uya. Uya pun kembali melanjutkan ceritanya. "Jadi ini modusnya, Guys, misalnya dia nipu Denise 50 juta."

"Dia akan bohongin orang lain, dia akan ngejual barang ke gua, ngedapetin angka sesuai yang buat ngelunasin dia." "Jadi dia akan nipu orang berikutnya untuk gali lubang tutup lubang," lanjutnya. Uya dan Denise juga mengungkapkan Medina memalsukan bukti transfer dengan institusi bank besar.

Medina seolah sudah membayar uang mereka, padahal belum dan ia hanya memalsukan. "Jadi Denise dikirimin bukti transfer 50 juta, gua 110 (juta)." "Dilebihin 10 gua, Guys, udah dibilang gua nggak mau," terang Uya.

Uya pun membeberkan percakapannya dengan Denise sebelumnya yang saling menceritakan terkait penipuan yang dialami. "Duit kan nggak masuk masuk, gua nanya 'Cong, lo udah dibayar belum?'" "'Udah', 'Udah masuk belum?' 'Belum, belum'."

"'Lo liat deh nomernya, nomer referensinya sama, tanggal, detiknya juga sama dia transfer," imbuh Uya. Saat itu, Denise sadar bahwa ia ditipu dengan bukti transfer palsu. "Dia (Denise) baru sadar ditipu."

"Dia (Medina) memalsukan bukti transfer, membawa institusi sebuah bank besar lagi," tutup Uya Kuya. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.